Bisnis Indonesia - IHSG atau kependekan dari Indeks Harga Saham Gabungan merupakan salah satu indek pasar saham di bursa imbas indonesia. menjadi penggalan pelaku dalam pasar modal indonesia, ihsg hari ini dikabarkan mengalami penguatan. Penguatan tersebut seiring dengan rilisnya data ekonomi AS yang mencatat adanya kenaikan daya beli konsumen di Maret 2019, data Personal Spending yang tercatat naik 0,9 persen dibandingkan sebelumnya naik 0,1 persen. IHSG ditutup menguat sebesar 0,4 persen ke level 6,425. IHSG ditutup bullish candle. Adapun indikator Stochastic bullish dan MACD histogram bergerak ke arah nyata dengan volume meningkat. Kenaikan IHSG sesudah adanya sentimen nyata dari pergerakan bursa saham global. Kenaikan IHSG berbanding terbalik dengan pergerakan mata uang rupiah. padahal Harga obligasi rupiah pemerintah sempat melemah pada tamat perdagangan pekan sebelumnya. dikala ini bank sentral melaksanakan operasi pasar terbuka dan menahan tekanan jual dan arus keluar dana investor dari pasar surat utang negara (SUN). Namun, tekanan yang berasal dari sentimen negatif global akhir semakin berkecamuk-nya perang dagang China-Amerika Serikat menciptakan investor menerawang lantaran ketidakpastian iklim investasi keuangan kini ini.
sementara Tanggal 22 Mei 2019 disebut-sebut akan ada pergerakan massa. Pihak Kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia pun telah bersiap diri melaksanakan pengamanan untuk hari pengumuman hasil Pemilu tersebut. Beberapa pihak khawatir akan terjadi kerusuhan nantinya. Vice President Research Artha Sekuritas Frederik Rasali menilai kabar adanya pergerakan massa tidak memperlihatkan imbas terhadap pasar modal. lantaran pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lebih disebabkan oleh momen musiman investor yang melaksanakan agresi jual.
Adapun harga minyak jenis light sweet (WTI) untuk patokan pasar Amerika naik 0,14% ke posisi US$ 65,79/barel. Penguatan harga minyak masih terus terjadi sesudah Senin kemarin (22/4/2019) sempat meroket ketika Brent dan WTI ditutup menguat masing-masing sebesar 2,88% dan 2,66%. Kenaikan harga minyak tersebut mendorong harga saham pertambangan melesat. Saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) naik 6,78%, saham PT Indika Energy Tbk (INDY) juga naik 4,27%, dan saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik 4,02%.
Jika harga minyak naik, harga kerikil bara Newcastle kontrak pengiriman April di bursa Intercontinental Exchange (ICE) justru ditutup stagnan di posisi US$ 84,45/metrik ton pada perdagangan Senin (22/4/2019) kemarin.
Ishg Hari Ini Alami Peningkatan - Menjelang Pengumuman 22 Mei. There are any Ishg Hari Ini Alami Peningkatan - Menjelang Pengumuman 22 Mei in here.